Menuju Husnul Khatimah: Cita-cita Tertinggi Seorang Muslim

Husnul Khatimah

Jibril Radio - Setiap kita pasti akan menghadapi ajal. Ia tak bisa ditunda, tak bisa dipercepat. Tapi pertanyaannya bukan soal “kapan” ajal itu datang, melainkan: bagaimana keadaan kita saat menjemput kematian?

Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk mengharapkan dan memohon husnul khatimah, yaitu meninggal dalam keadaan baik, dalam iman dan amal saleh. Kenapa ini penting? Karena sebagaimana sabda Nabi ï·º:

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya."
(HR. Bukhari)

Husnul Khatimah: Tujuan Akhir Seorang Muslim

Dari semua cita-cita dunia, tidak ada yang lebih mulia dari mati dalam keadaan diridhai Allah. Seorang Muslim boleh bercita-cita menjadi dokter, pengusaha, atau pejabat, tapi semua itu hanya sarana. Tujuan puncaknya tetap satu: husnul khatimah.

Amalan Dinilai di Akhir

Bukan bagaimana awalnya, tapi bagaimana akhir hidup seseorang. Banyak kisah orang yang awalnya tampak istiqamah, tapi di akhir hayat justru tergelincir. Begitu pula sebaliknya, orang yang dahulu bergelimang maksiat, bisa saja Allah beri taufik untuk bertaubat sebelum ajal menjemput.

Nabi Muhammad ï·º bersabda:

Ada seseorang yang ia sungguh telah beramal dengan amalan penghuni surga dalam waktu yang lama, kemudian ia menutup hidupnya dengan amalan penghuni neraka. Dan ada seseorang yang ia sungguh telah beramal dengan amalan penghuni neraka dalam waktu yang lama, lalu ia menutup hidupnya dengan amalan penghuni surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan pentingnya menjaga keistiqamahan hingga akhir hayat.

Tanda-Tanda Husnul Khatimah

Para ulama menjelaskan beberapa tanda seseorang mendapat husnul khatimah. Di antaranya:

  1. Mengucap kalimat syahadat saat sakaratul maut, seperti sabda Nabi ï·º:

    “Barangsiapa yang akhir ucapannya 'laa ilaaha illallah', maka dia masuk surga.” (HR. Abu Dawud)

  2. Wafat dalam amal saleh, seperti ketika sedang shalat, berpuasa, berjihad, atau berilmu.

  3. Wafat di hari yang mulia, seperti hari Jumat atau malam Jumat.

  4. Wafat dalam keadaan sakit yang mendekatkan diri pada Allah. Sakit bisa menjadi penghapus dosa dan tanda kasih sayang Allah jika disikapi dengan sabar.

  5. Wafat karena sebab yang termasuk syahid, seperti tenggelam, terbakar, atau membela agama Allah.

Namun, ini semua bukan kepastian surga, tapi tanda-tanda yang menunjukkan Allah sedang memuliakan hamba-Nya.

Kiat-Kiat Meraih Husnul Khatimah

Untuk mencapai husnul khatimah tidak cukup hanya dengan berharap. Harus ada usaha sungguh-sungguh, karena akhir yang baik adalah hasil dari hidup yang baik. Berikut beberapa kiat yang diajarkan oleh para ulama dan didukung dalil:

1. Ikhlas dan Jujur dalam Iman

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
(QS. Ali Imran: 102)

Jangan sekadar Islam di KTP. Pastikan hati selalu jujur dalam keimanan, tidak munafik, dan tidak berpura-pura.

2. Menjaga Shalat dan Ibadah Wajib

Shalat adalah tiang agama. Barang siapa yang menjaga shalatnya, maka insyaAllah hidupnya pun dijaga. Rasulullah ï·º bersabda:

“Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baik seluruh amalannya. Jika rusak shalatnya, maka rusak pula seluruh amalannya.”
(HR. At-Tirmidzi)

3. Bertaubat dan Menjauhi Dosa Besar

Jangan menunda taubat. Tidak ada jaminan hidup sampai esok. Setiap dosa besar yang dilakukan dan belum ditaubati bisa menjadi sebab su'ul khatimah.

Allah berfirman:

“...Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)

4. Banyak Berdzikir dan Membaca Al-Qur’an

Lisan yang terbiasa menyebut nama Allah akan lebih mudah mengucapkan kalimat tauhid di akhir hayatnya. Al-Qur’an pun akan menjadi syafaat di hari kiamat dan pelindung saat sakaratul maut.

5. Memohon Husnul Khatimah dalam Doa

Jangan pernah mengandalkan amal. Mintalah dengan sepenuh hati agar Allah mengakhiri hidup kita dalam keadaan terbaik. Rasulullah ï·º sering berdoa:

“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah akhirnya, dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku bertemu dengan-Mu.”

⛔️ Waspada Su’ul Khatimah

Sebaliknya, kita juga harus berlindung dari su'ul khatimah. Yaitu meninggal dalam keadaan buruk, seperti sedang bermaksiat, atau dalam kekafiran dan kemunafikan. Na’udzubillah min dzalik.

Orang yang semasa hidupnya senang mengikuti hawa nafsu, meninggalkan shalat, tidak peduli halal-haram, besar kemungkinan akan menghadap Allah dalam keadaan lalai. Karena kebiasaan saat hidup akan ikut terbawa hingga kematian.

Setiap Hari Adalah Persiapan untuk Mati

Saudaraku, tidak ada jaminan husnul khatimah bagi siapa pun. Tapi selama masih hidup, Allah beri kita kesempatan untuk memperbaiki diri. Maka jangan sia-siakan waktu.

Mulai hari ini, mari kita hidup seakan hari ini hari terakhir. Hidupkan hati dengan dzikir, bersihkan diri dengan taubat, dan jadikan setiap langkah mendekatkan kita pada husnul khatimah.

Semoga Allah ï·» menjadikan akhir hidup kita sebagai yang terbaik. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

___________________________________________ 

Penulis: Tim JibrilRadio.com
Sumber: Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
http://www.youtube.com/watch?v=gc9naLbkSgE

https://www.youtube.com/@JibrilRadio
Yuk Support Operational Jibril Radio: BSI 717 925 7437
Konfirmasi: Email: jibrilradio@gmail.com

0 Komentar