Jibril Radio - Kematian adalah salah satu rahasia terbesar dalam kehidupan manusia. Tidak ada satu pun di antara kita yang tahu kapan dan di mana ajal akan menjemput. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 4263) dan dinyatakan shahih dalam Shahih Sunan Ibni Majah (no. 3457), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila ajal salah seorang di antara kalian sudah ditentukan akan terjadi pada suatu tempat di muka bumi, ia akan memiliki suatu kebutuhan (keperluan) untuk pergi ke tempat tersebut. Jika perjalanannya telah sampai di tempat yang telah ditentukan, Allah akan mewafatkannya. Kelak pada hari kiamat, bumi akan berkata: ‘Wahai Rabbku, inilah yang Engkau titipkan kepadaku’.”
Hadis ini mengajarkan kita bahwa tempat dan waktu kematian seseorang telah ditetapkan oleh Allah, dan tidak ada satu pun yang bisa menghindarinya. Mari kita renungkan lebih dalam tentang pelajaran yang bisa kita ambil dari sabda Rasulullah ini.
Kehidupan Adalah Perjalanan Menuju Ketentuan Allah
Setiap langkah yang kita ambil, setiap keputusan yang kita buat, semuanya adalah bagian dari perjalanan hidup yang sudah digariskan oleh Allah. Kita mungkin berpikir bahwa kita memiliki kendali penuh atas hidup ini, tetapi kenyataannya, semua yang terjadi telah diatur oleh Allah. Seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa: 78)
Ayat ini memperkuat keyakinan kita bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa dihindari. Bahkan jika kita mencoba bersembunyi di tempat yang paling aman sekalipun, ajal tetap akan menemukan kita.
Menghadapi Kepastian dengan Ketakwaan
Karena kita tidak tahu kapan dan di mana kita akan wafat, hal yang paling bijaksana adalah selalu mempersiapkan diri. Dalam QS. Al-Baqarah: 197, Allah berfirman:
“…Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa…”
Takwa adalah bekal terbaik yang dapat kita bawa dalam perjalanan hidup ini. Dengan takwa, kita akan selalu berusaha menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ketika ajal datang, kita akan siap menghadapinya dengan hati yang tenang.
Hikmah dari Tidak Mengetahui Waktu dan Tempat Kematian
Ada hikmah besar di balik ketidaktahuan manusia tentang waktu dan tempat kematiannya. Allah sengaja menyembunyikan hal ini agar manusia tidak lalai dan selalu dalam keadaan siap. Bayangkan jika seseorang tahu bahwa ia akan wafat di usia tertentu, mungkin ia akan menunda-nunda amal kebaikan hingga menjelang waktu tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim)
Hadis ini mengingatkan kita untuk memanfaatkan setiap momen dalam hidup ini dengan sebaik-baiknya, karena kita tidak tahu kapan kesempatan itu akan berakhir.
Kematian Sebagai Pengingat
Setiap kali mendengar berita tentang kematian, kita seharusnya menjadikannya sebagai pengingat bahwa hidup ini fana. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi)
Dengan sering mengingat kematian, kita akan lebih termotivasi untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi perbuatan maksiat. Kematian bukanlah akhir, tetapi awal dari kehidupan yang sesungguhnya di akhirat.
Tidak mengetahui kapan dan di mana kita akan wafat seharusnya menjadi motivasi bagi kita untuk selalu hidup dalam ketaatan kepada Allah. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan mempersiapkan bekal terbaik untuk akhirat. Sebagai penutup, mari renungkan firman Allah:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa siap menghadapi kematian dengan bekal takwa dan amal saleh. Aamiin.
---------------------------------------------------------------------------------------
Simak video kajian sunnah:
- Bersabarlah ditengah ujian
- Masih seretkah rezekimu? tips mendatangkan keberkahan
- Terlalu sibuk dengan urusan orang lain
- Persahabatan yang abadi
- Detik-detik wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam
- Dampak buruk cinta dunia
- Belajar bersyukur yang benar
- Mengapa Allah memberi ujian kepada kita
- Canda dan tawa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam
- Kisah menakjubkan tentang tawakal
- Ternyata itulah yang terbaik bagimu
- Beriman kepada hari akhir
- Inilah penyebabnya Allah berpaling dari hambanya
- Siapakah Imam Syafi'i
- Kesombongan yang membinasakan
- Poligami impian para lelaki tapi bikin puyeng?
- Anak seperti lembaran putih
- Jadilah orang pemaaf
- Tujuan Allah menciptakan manusia
- Bagaimana agar jiwa ini bersih?
- 3 tingkatan agama
- Berbakti kepada orang tua
0 Komentar