Jibril Radio - Kematian. Satu kata yang pasti akan kita temui, entah kita siap atau tidak. Ini adalah gerbang yang harus dilewati setiap yang bernyawa. Tapi, pernahkah Anda benar-benar merenung, apa yang terjadi tepat setelah mata kita terpejam untuk selamanya?
Kita mungkin sering mendengar istilah "alam kubur". Pikiran kita langsung tertuju pada sepetak tanah yang gelap, sempit, dan sepi. Namun, dalam kajian "Prahara Alam Kubur", Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. menjelaskan bahwa yang kita hadapi lebih dari sekadar itu.
Kita akan memasuki sebuah "dunia" baru yang disebut Alam Barzakh.
Artikel ini akan mengulas poin-poin penting dari kajian tersebut, membawa kita menyelami sebuah realitas yang sering kita lupakan, padahal kita semua sedang mengantre untuk memasukinya.
Apa Itu Alam Barzakh? Bukan Sekadar Kuburan Biasa!
Hal pertama yang harus kita luruskan adalah: Alam Barzakh bukanlah alam dunia.
Bayangkan Anda sedang tidur dan bermimpi. Di dalam mimpi, Anda bisa terbang, berlari kencang, atau bahkan merasa sakit. Itulah "alam mimpi", sebuah dimensi yang berbeda. Anda tidak bisa masuk ke alam mimpi kecuali dengan tidur.
Nah, Alam Barzakh adalah "alam perantara" antara dunia dan akhirat. Anda tidak bisa memasukinya kecuali dengan "tidur panjang", yaitu kematian.
Ustadz Firanda menegaskan, jika kita membongkar kuburan, yang kita lihat hanyalah tanah, tulang-belulang, atau jasad yang membusuk. Itu semua masih bagian dari alam dunia. Alam Barzakh adalah dimensi lain yang dimasuki oleh ruh kita.
Di alam Barzakh, hubungan ruh dan jasad berubah.
Di Dunia: Jasad mendominasi. Kita merasa lapar (jasad), ruh ikut menderita.
Di Alam Barzakh: Ruh yang mendominasi. Ruh akan dikembalikan ke jasad, namun dengan cara yang kita tak pahami, untuk merasakan nikmat atau azab.
Siksa Kubur Itu Nyata: Dalil dari Al-Qur'an yang Bikin Merinding
Banyak yang mengira siksa kubur hanya ada dalam hadits. Padahal, Al-Qur'an memberikan banyak isyarat kuat tentang adanya azab di alam barzakh.
1. Kisah Kaum Nuh: Tenggelam, Lalu Langsung 'Dimasukkan Api'
Perhatikan firman Allah tentang kaum Nabi Nuh:
Kata kuncinya adalah "Fa" (فَ) yang dalam bahasa Arab berarti "maka" atau "lalu" yang menunjukkan urutan langsung tanpa jeda. Mereka tenggelam (mati), langsung dimasukkan ke dalam api. Ini bukan api neraka Jahannam (karena itu setelah hisab), melainkan api di alam barzakh.
2. Azab Kontinu Kaum Luth
Tentang kaum Luth, Allah berfirman:
"Dan sungguh, pada esok paginya mereka ditimpa azab yang mustaqir (terus-menerus)." (QS. Al-Qamar: 38)
Kata "mustaqir" berarti azab itu kontinu, tidak terputus. Sejak mereka dibinasakan di dunia, azab itu terus berlanjut di alam barzakh sampai nanti disambung di akhirat.
3. Firaun dan Pasukannya: "Sarapan & Makan Malam" di Neraka
Ini adalah dalil paling jelas. Allah berfirman tentang Firaun dan pengikutnya:
"Neraka diperlihatkan kepada mereka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), 'Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!'" (QS. Ghafir: 46)
Ayat ini membedakan dua azab:
Azab sekarang (di alam barzakh): Diperlihatkan neraka pagi dan petang.
Azab nanti (di akhirat): Dimasukkan ke dalam azab yang lebih keras.
Ini membuktikan bahwa Firaun (yang jasadnya dimumikan dan masih di alam dunia) ruhnya sedang disiksa di alam barzakh saat ini juga.
Nikmat Kubur Juga Pasti: Surga Sebelum Surga Bagi Orang Saleh
Jika ada siksa, tentu ada nikmat. Bagi orang-orang saleh, alam barzakh adalah spoiler kenikmatan surga.
1. Kisah Habib An-Najjar: Mati, Langsung "Masuklah ke Surga!"
Dalam Surat Yasin, dikisahkan seorang pria beriman (ahli tafsir menyebutnya Habib An-Najjar) yang dibunuh kaumnya karena membela para rasul. Apa yang terjadi begitu ia wafat?
"Dikatakan (kepadanya), 'Masuklah ke surga.' Dia (pria itu) berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui.'" (QS. Yasin: 26)
Lagi-lagi, ini terjadi langsung setelah kematiannya, jauh sebelum hari Kiamat. Ini adalah nikmat kubur (surga di alam barzakh).
2. Para Syuhada: Hidup, Diberi Rezeki, dan Terbang di Surga
Allah juga berfirman tentang orang-orang yang mati syahid:
"Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki." (QS. Ali 'Imran: 169)
Nabi ﷺ menjelaskan lebih lanjut dalam hadits shahih, bahwa ruh para syuhada berada di dalam perut burung hijau (fii jaufi thairin khudhr) yang beterbangan di surga, makan dari buah-buahannya, dan minum dari sungai-sungainya. Ini adalah kenikmatan alam barzakh yang paling tinggi.
Puncak Prahara: "Fitnah Kubur" Saat Munkar dan Nakir Datang
Inilah inti dari "Prahara Alam Kubur". Setelah pemakaman selesai dan para pengantar pulang, sang mayit bahkan bisa mendengar suara langkah sandal mereka menjauh. Saat itulah, ia sendirian, dan "ujian" terbesar dalam hidupnya dimulai.
Dinding Pertahanan Pertama: Amal Salehmu!
Sebelum malaikat bertanya, amal saleh kita akan bertindak lebih dulu. Ustadz Firanda menjelaskan hadits yang menggambarkan bagaimana amal saleh menjadi "bodyguard" kita:
Shalat akan berdiri menjaga di arah kepala.
Zakat akan berdiri menjaga di sisi kanannya.
Puasa akan berdiri menjaga di sisi kirinya.
Amal baik lainnya (sedekah, silaturahmi, dll) akan menjaga di arah kakinya.
Ketika azab mencoba datang dari arah kepala, shalat berkata, "Tidak ada jalan dari sini!" Ketika datang dari kanan, zakat berkata, "Tidak ada jalan dari sini!" Begitu seterusnya. Amal kita menjadi benteng pertahanan pertama.
Ujian Dimulai: Tiga Pertanyaan Penentu Nasib
Kemudian, datanglah dua malaikat yang disebut Munkar dan Nakir. Hadits menggambarkan penampilan mereka sangat mengerikan: hitam, bermata biru, dan menakutkan, yang tujuannya adalah "fitnah" (ujian) untuk membuat lidah kelu.
Mereka akan mendudukkan mayit dan bertanya dengan tiga pertanyaan inti:
Man Rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)
Ma Dinuka? (Apa Agamamu?)
Man Nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)
Inilah "soal bocoran" yang sudah kita tahu di dunia, tapi di sana, hanya iman yang bisa menjawab, bukan hafalan. Di sinilah firman Allah berlaku:
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (Laa Ilaha Illallah) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat..." (QS. Ibrahim: 27)
Dua Skenario Nasib di Alam Barzakh
Dari jawaban atas tiga pertanyaan tadi, nasib kita di alam barzakh terbagi menjadi dua skenario:
Skenario 1 (Mukmin): "Rabbi Allah, Dini Al-Islam..."
Orang beriman akan menjawab dengan lancar dan teguh.
Hasil Ujian: Terdengar seruan dari langit, "Hamba-Ku benar!"
Fasilitas: Kuburnya dilapangkan sejauh mata memandang.
Bonus: Dibukakan pintu menuju neraka, lalu dikatakan kepadanya, "Lihatlah, itu seharusnya tempatmu jika kau bermaksiat, tapi Allah telah menggantinya untukmu." Ini menambah rasa syukur.
Tujuan: Dibukakan pintu menuju surga. Ia bisa merasakan angin sepoi-sepoi dan wangi surga.
Teman Setia: Tiba-tiba, datang seorang pria berwajah sangat tampan, berpakaian indah, dan beraroma wangi. Mayit bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah amal salehmu."
Permintaan: Sang mayit pun berdoa, "Ya Rabbi, aqimis sa'ah!" (Ya Tuhanku, segerakanlah Kiamat!) agar ia bisa segera menikmati surga yang sesungguhnya.
Skenario 2 (Kafir/Munafik): "Hah... Hah... Saya Tidak Tahu"
Orang kafir atau munafik, meskipun di dunia dia mungkin tahu jawabannya, lidahnya akan kelu saking takutnya.
Hasil Ujian: Ia hanya bisa berkata, "Hah... hah... laa adri (saya tidak tahu). Saya hanya ikut-ikutan apa kata orang."
Hukuman: Terdengar seruan, "Hamba-Ku dusta!" Kuburnya langsung disempitkan, menghimpitnya sampai tulang-tulang rusuknya bersatu.
Bonus Penyesalan: Dibukakan pintu menuju surga, "Lihatlah, itu seharusnya tempatmu jika kau taat, tapi kini telah hilang." Ini menambah penderitaan dan penyesalannya.
Tujuan: Dibukakan pintu menuju neraka. Ia bisa merasakan hawa panas dan bau busuknya.
Teman Setia: Datanglah sosok berwajah sangat buruk, berpakaian jelek, dan berbau busuk. Mayit bertanya, "Siapa kamu? Wajahmu membawa keburukan!" Ia menjawab, "Aku adalah amal burukmu."
Permintaan: Sang mayit pun berteriak, "Ya Rabbi, laa tuqimis sa'ah!" (Ya Tuhanku, jangan tegakkan Kiamat!) karena ia tahu azab berikutnya akan jauh lebih pedih.
Ini Nyata, Bukan Kiasan: Penutup dan Renungan
Ustadz Firanda menutup dengan mengutip ulama seperti Imam Al-Qurtubi dan Ibnu Qayyim, yang menegaskan bahwa semua ini nyata (hakiki), bukan kiasan (majaz).
Mungkin kita bertanya, "Bagaimana bisa dua kuburan bersebelahan, yang satu taman surga, yang satu lubang neraka?"
Jawabannya: Alamnya berbeda. Sebagaimana dua orang tidur bersebelahan, yang satu bisa mimpi indah (menikah), yang satu mimpi buruk (dikejar singa), tanpa saling mengganggu. Kekuasaan Allah jauh lebih menakjubkan dari itu.
Siapkan 'Teman' Terbaikmu Mulai Sekarang
Prahara alam kubur adalah sebuah keniscayaan. Kita akan tinggal di sana—entah dalam nikmat atau siksa—dalam waktu yang jauh lebih lama daripada hidup kita di dunia. Bisa jadi ribuan, bahkan jutaan tahun, menunggu hari Kiamat.
Keluarga akan pulang. Harta akan dibagi. Jabatan akan dilupakan.
Satu-satunya yang akan melompat masuk ke kuburan kita dan menemani kita adalah "teman" yang kita bangun selama ini: Amal Saleh atau Amal Buruk.
Allah berfirman:
"...Dan barangsiapa mengerjakan amal saleh, maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang nyaman)." (QS. Ar-Rum: 44)
Para ulama menafsirkan ayat ini sebagai "mempersiapkan tempat tidur mereka di alam barzakh."
Jadi, pertanyaannya bukan lagi "Apakah alam kubur itu ada?" tapi, "Teman seperti apa yang sedang kita siapkan untuk menemani kita di sana nanti?"
__________________________________________
Penulis: Tim JibrilRadio.com
Sumber: Kajian Ustadz Firanda Andirja
https://www.youtube.com/watch?v=eG5sMWQjX_k
https://www.youtube.com/@JibrilRadio
Yuk Support Operational Jibril Radio: BSI 717 925 7437
Konfirmasi: Email: jibrilradio@gmail.com

0 Komentar