Jibril Radio - Pernahkah Anda merasa, meski perut sudah kosong sejak terbit fajar, namun hati terasa sempit dan emosi justru lebih mudah meledak? Kita seringkali begitu gigih menjaga kerongkongan dari setetes air, namun gagal total menjaga lisan dari satu kata kasar. Padahal, puasa bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan sebuah madrasah karakter untuk mendisiplinkan anggota tubuh yang paling liar: lidah.
Dalam kajian mendalam Ustaz Khalid Basalamah yang membedah Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi (Bab 223 & 224), kita diingatkan bahwa lisan adalah kemudi bagi seluruh anggota tubuh. Jika lisan lurus, maka luruslah amal kita; jika ia bengkok, maka celakalah seluruh raga kita.
I. Urgensi Lisan di Atas Anggota Tubuh Lainnya
Imam Nawawi secara spesifik memisahkan pembahasan antara "lisan" dan "anggota tubuh lainnya" dalam judul babnya. Mengapa demikian? Ustaz Khalid menjelaskan berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim bahwa setiap pagi, seluruh anggota tubuh manusia (kaki, tangan, mata) tunduk dan berkata kepada lisan: "Bertakwalah kepada Allah demi kami. Jika engkau lurus, kami lurus. Jika engkau bengkok, kami pun ikut bengkok".
Lisan adalah pemicu utama. Perkelahian, zina, hingga fitnah besar seringkali dimulai dari komunikasi yang salah. Oleh karena itu, Nabi ï·º bersabda bahwa barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam . Diam bukan berarti kalah, melainkan sebuah keselamatan.
II. Resep Menghadapi Provokasi Saat Berpuasa
Saat kita sedang berpuasa, terkadang ada pihak yang sengaja memancing emosi atau mengajak bertengkar. Rasulullah ï·º memberikan perisai verbal yang luar biasa: "Inni Shoim" (Sesungguhnya aku sedang berpuasa).
Ungkapan ini mengandung dua makna mendalam:
Pengingat Diri: Bahwa saya sedang dalam program ibadah dan tidak ingin merusak pahala puasa hanya karena melayani omong kosong.
Peringatan Halus: Bahwa saya bukannya tidak bisa membalas, namun saya memilih menahan diri demi Allah.
Puasa melatih kita memiliki sifat Al-Hilmu (dewasa/bijaksana) dan Al-Anat (tidak tergesa-gesa), dua sifat yang sangat dicintai Allah Ta'ala.
III. Ancaman bagi Pendusta: Puasa yang Sia-sia
Satu hal yang paling mengancam legalitas pahala puasa adalah dusta. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari, barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh pada usahanya menahan lapar dan dahaga.
Ustaz Khalid menekankan bahwa dusta adalah penyakit jiwa. Sekali pintu bohong dibuka, ia akan menuntut kebohongan selanjutnya untuk menutupi yang pertama. Kejujuran, meski pahit, akan memandu pelakunya menuju kebaikan (Al-Birr) dan kebaikan akan menuntun ke surga.
IV. Tanya Jawab Hukum Puasa: Hal-hal Teknis
Dalam Bab 224, terdapat beberapa poin penting terkait fikih puasa sehari-hari:
Lupa Makan atau Minum: Jika seseorang benar-benar lupa lalu makan atau minum, maka ia harus segera berhenti saat ingat dan melanjutkan puasanya. Makanan tersebut dianggap sebagai rezeki/jamuan langsung dari Allah.
Wudu Saat Berpuasa: Saat berwudu, kita tetap dianjurkan menghirup air ke hidung (istinsyak), namun jangan terlalu dalam/kuat agar air tidak masuk ke tenggorokan.
Kondisi Junub di Pagi Hari: Jika seseorang dalam keadaan junub (karena hubungan suami-istri sebelum subuh) lalu terbangun setelah azan subuh, puasanya tetap sah. Ia cukup mandi wajib dan melanjutkan puasa. Hal yang sama berlaku jika seseorang mimpi basah saat tidur siang di bulan puasa; itu tidak membatalkan puasa.
Puasa Sebagai Pembentuk Karakter
Puasa adalah momentum pelatihan 30 hari untuk bekal 11 bulan berikutnya. Jika kita bisa menahan diri dari yang halal (makan dan minum istri/suami) di siang hari, maka seharusnya kita lebih mampu menahan diri dari yang haram (ghibah, fitnah, dusta) sepanjang hayat.
Mari kita jaga lisan kita sekuat kita menjaga perut kita. Karena surga dijaminkan bagi mereka yang mampu menjaga apa yang ada di antara dua tulang rahang (lisan) dan di antara dua paha (kemaluan).
Wallahu a'lam bish-shawab.
--------------------------------------------------------------
Penulis: Tim JibrilRadio.com
Subscribe: https://www.youtube.com/@JibrilRadio
Yuk Support Operational Jibril Radio: BSI 717 925 7437
Konfirmasi: Email: jibrilradio@gmail.com
Sumber: Kajian Ustadz Khalid Basalamah
https://www.youtube.com/watch?v=-YWBgMjIecU

0 Komentar